Entah kita berada di zaman seperti apa . . .

ketika kemuliaan dan kehormatan manusia hanya diukur dengan segenggam harta dan derajat tahta. tak peduli bagaimana caranya memperoleh harta; membunuh pelan-pelan rakyat yang busung lapar karena makanan mereka dirampas, atau mencekik orang-orang miskin, atau memakan hak-hak masyarakat yang telah mengusungmu, mereka tak peduli. begitupun cara mereka meraih tahta; apakan dengan melumuri tangan mereka dengan darah lawan politiknya atukan menjejalkan uang neraka ke mulut para pengambil kebijakan . mereka pun tak perduli.

Entah kita hidup di zaman seperti apa…

ketika artis yang sedang naik tingkat menjadi nabi. disanjung, diikuti, diteladani, seluruh kehidupannya. tak sadarkah mereka, para artis itu tak akan mampu memberikan apa pun kepadanya, apalagi di kampung akhirat sana. bahkan merekapun tak sempat memikirkan nasib para fansnya kelak. para artis itu juga manusia, sama seperti kita yang sama-sama makan nasi dan kelak akan mati dan di hisab.

Entah kita hidup di zaman seperti apa . . .

ketika televisi menjadi kitab suci, tiap hari dicermati, tiap hari dikaji dengan sepenuh hati. hingga ia menjadi ruh kehidupan para penontonnya. filmnya, sinetronnya, kuisnya, termasuk iklannya. hingga kita melupakan kitab suci kita sendiri dan menunda-nunda waktu sholat.

Entah kita hidup di zaman seperti apa . . .

kemaksiatan merajalela, perjudian menjadi obsesi.diskotik dan narkoba menjadi alternatif pemecahan suatu masalah hidup. perzinahan sesuatu yang tak menjadi tabuh.

Tapi sahabat…

kini, bukan saatnya kita mengumpat. bukan pula saatnya kita menghardik atau menyalahkan siapapun. juga bukan waktu untuk menyerah, atau bahkan ikut terlena dalam lautan arus menuju kesengsaraan abadi.

Kini saatnya kita menyongsong perbaikan!!! kembali pada Al-Qur’an dan Al-Hadist. cukup kita tekadkan dan serukan dalam jiwa kita!

jika ada sejuta penghuni surga

maka salah satunya adalah aku

jika ada seratus ribu penghuni surga

maka salah satunya adalah aku

jika ada seribu penghuni surga

maka salah satunya adalah aku

jika ada seratus penghuni surga

maka salah satunya adalah aku

jika ada sepuluh penghuni surga

maka salah satunya adalah aku

dan jika hanya ada satu penghuni surga

maka itu adalah aku.ALLAHU AKBAR . . .