Duhai pemuda, bencana saat kau hanya sibuk mengumbar kata di antara wanita. Berdalih menyerukan kebenaran dan menunjukkan jalan kebaikan, namun kau begitu menikmati di kala wanita-wanita mengagumi dan menyukai setiap kata yang kau ucapkan. Tidaklah kau sadari lubang neraka sedang kau masuki karena telah menyebabkan hati-hati itu tertambat pada selain ilahi. Apa kau kira kau terpuji & masuk surga ketika kau mencari perahtian kaum hawa? Duhai meruginya saat syirik kecil dibiarkan bercengkerama di dasar hatinya. Duhai pemuda, bencana_saat hati telah terkotori syahwat syaithon. Sungguh dakwah picisanmu tak ada nilainya. Sedang Nabi saja di tegur olehNYA dengan surat ‘Abasa karena lebih sering menyampaikan ajaran Islam & berbincang dengan para pemuka daripada dengan seorang yang buta. Dan bagi kalian wahai kaum hawa. Dunia maya memang penuh tipu daya. Saat ada pria yang sering mengumbar kata-kata penuh makna, cukuplah ambil ilmu yang ada. Tak perlu kau tanya ia siapa? Karena seseorang tidak bisa di nilai akhlaknya Cuma dengan kata-kata di dunia maya. Waspadailah buaya maya, di awal mungkin ia bijaksana, selanjutnya saat kau mulai tertambat, ia akan sesumbar janji-janji tak benar. Meski mungkin kau tahu bahwa ia biasa disebut IKHWAN,  bisa jadi ia tak lebih baik dari “niiiiiiiiiiiiiiiit” (sensor). Karena label keikhwanannya ada di lisannya bukan di hatinya. Karena ketaqwaannya hanya saat berada bersama orang-orang, namun ketika sendirian tak lebih seperti melatanya binatang tanpa keimanan. Semoga kita terhindar dari yang demikian. Amin